Minggu, 09 Oktober 2011

TEST VDRL & TPHA, MENGETAHUI PENULARAN SIPILIS

Sipilis merupakan penyakit menular berbahaya. Penyebabnya kuman Treponema Palledum. Penyebaran paling banyak melalui hubungan seksual. Perkembangan penyakit di dalam tubuh melalui beberapa tahapan:
  • Sipilis Primer (berlangsung antara 4-6 minggu)
  • Sipilis Sekunder
  • Sipilis Laten, biasanya tanpa gejala. Penderita biasanya merasakan bahwa tubuhnya sudah sehat/sembuh. Padahal kuman masih ada dalam darah
  • Sipilis Stadium Lanjut (setelah bertahun-tahun)
Sipilis stadium lanjut dapat menginfeksi syaraf. Biasanya terjadi setelah 2-20 bulan sejak tertular. Selain syaraf, kuman juga menginfeksi pembuluh darah. Biasanya terjadi setelah 7 tahun sejak tertular. Jadi jangan kaget, sipilis juga menjadi salah satu penyebab stroke. Terjadi setelah 20 tahun sejak terserang.

TEST TPHA DAN VDRL
Untuk mengetahui apakah Anda tertular sipilis atau tidak, Anda harus melakukan Test TPHA (Treponema Palledum Hemaglutination). Tindakan ini untuk mengetahui secara spesifik apakah ada reaksi antibodi terhadap kuman treponema. Jika di dalam tubuh ditemukan adanya kuman ini, maka hasil tes positif. Pasien dinyatakan positif tertular.

Selain Test TPHA dilakukan juga test VDRL (Venereal Desease Research Laboratory). Test VDRL dilakukan juga sebagai tindakan skrining awal. Di laboratorium petugas akan mengambil sampel cairan dari tubuh Anda. Kuman TREPONEMA PALLEDUM ini awalnya berkembang biak di tempat masuknya. Bisa dari saluran kencing atau luka infeksi. Kemudian sebagian kuman akan masuk menyerang kelenjar getah bening yang berdekatan dan peredaran darah. Maka biasanya pemeriksaan dilakukan dengan mengambil cairan jaringan dari lesi, kelainan kulit dan darah.

Jika positif dokter biasanya memberikan antibiotik. Setelah selesai pengobatan terhadap sifilis maka kembali dilakukan test VDRL yang biasanya menjadi negatif setelah setahun sembuh. VDRL biasanya dipakai untuk menilai hasil efektifitas pengobatan. Jadi seseorang yang terjena sipilis, selama pengobatan harus melakukan VDRL berulang. Tes ini akan menjadi negatif setelah 6-24 bulan setelah pengobatan. Walau pun banyak juga yang tidak berhasil sembuh setelah pengobatan. Bahayanya lagi, sipilis sering juga disertai dengan penyakit menular seksual (PMS) lainnya. Seperti Gonoerhoe (kencing nanah). Untuk melakukan 2 test ini Anda tinggal mendatangi laboratorium klinik di kota Anda.

Perkembangan Stadium Sipilis
Rentang waktu antara 10-90 hari (umumnya 3 minggu) sejak terinfeksi, timbul satu atau beberapa lesi /luka pada tempat Treponema masuk. Awal terserang terdapat suatu bintik berisi benda/benjolan padat yang permukaannya mengelupas lalu erosi. Ukurannya beberapa milimeter sampai 1 - 2 cm. Benjolan ini berbentuk bulat atau bulat lonjong. Dasarnya bersih dan merah. Kulit di sekitarnya tidak kemerahan dan tidak terasa nyeri. Jika diraba terasa keras.

Setelah itu kurang lebih 3 minggu akan menjalar ke kelenjar getah bening di sekitar lesi. Kelenjar ini lalu akan membesar, padat, dan jika diraba terasa kenyal. Tapi tidak terasa nyeri dan area sekitarnya masih dapat digerakkan. Kondisi ini disebut sebagai sifilis stadium I kompleks primer.

Hasil pemeriksaan serologi (TPHA atau VDRL) biasanya negatif sebelum stadium I kompleks primer ini. Kemudian akan berkembang menjadi sipilis stadium 2. Pada stadium 2 ini biasanya gejala yang terjadi pada stadium 1 sudah sembuh. Jarak waktu antara sipilis stadium I dan II umumnya 6 -8 minggu. Stadium 2 disebut sebagai penyakit kulit yang menyerupai penyakit kulit lainnya (The Greatest Immitator of All Skin Diseases)

Walau pun ada borok (semacam penyakit kulit), penderita tidak merasakan gatal. Kalau pun gatal, dirasakan sangat jarang. Tidak terdapat kelainan kulit yang berbentuk gelembung berisi cairan seperti pada cacar air. Sebelum muncul kelainan kulit akan diawali dengan adanya keluhan nyeri kepala, panas tidak terlalu tinggi, nyeri tulang, nyeri pada leher, dan tidak nafsu makan.

Kelainan kulit bisa berupa makula roseola. Kelainan kulit berbatas tegas dengan kulit berwarna kemerahan. Bentuknya bulat/lonjong. Kelainan terjadi terutama di bagian dada, perut, punggung, lengan serta di sekeliling leher. Selain bulatan ada juga berbentuk papul (bintik-bintik). Papul ini menyebar pada perbatasan rambut kepala. Muncul juga di seluruh tubuh termasuk pada telapak tangan dan kaki. Pada selaput lendir mulut dapat ditemukan bercak-bercak putih. Kelainan-kelainan ini sangat infeksius dan penuh dengan kuman. Jadi penularan bisa melalui ciuman, pelukan dan pakaian.

Selain kelainan di kulit, infeksi sipilis dapat menyebar di selaput otak, mata, hati, dan ginjal. Tiga sampai tujuh tahun setelah infeksi, stadium 2 dapat berkembang ke stadium III. Pada stadium ini kerusakan sudah menyebar ke seluruh jaringan tubuh.

0 komentar: